Sistem AC ( Air Conditioner) Mobil
Salam Otomotif !!
Pada
perkembangan dunia otomotif yang semakin maju, berbagai perusahaan ternama
berlomba – lomba untuk menciptakan sebuah teknologi atau system tambahan pada
sebuah mobil. Sistem tambahan tersebut membuat penggunanya agar semakin nyaman dan
aman dalam mengendarai sebuah kendaraan mobil. Pada kesempatan kali ini, kita
akan membahas system AC atau air conditioner pada mobil. Karena system ac
adalah suatu system yang berperan penting dengan kenyamanan dan keselamatan
dalam berkendara.
Pengertian.
AC atau air conditioner dalam bahasa inggris artinya
pengkondisian udara. Menurut (Rusuminto, Yuliana, dan Ridho, 2018 : 20)
menjelaskan bahwa air conditioner adalah sebuah proses pengondisian udara
didalam mobil, dimana proses tersebut berupa pembersihan, pendinginan,
pengeringan, dan pensirkulasian udara yang dikontrol pada sebuah system ac.
Sedangkan menurut Toyota new step 1 memaparkan bahwa air conditioner adalah
suatu perlengkapan yang berfungsi untuk memelihara udara di dalam sebuah
ruangan agar kelembaban dan temperaturnya
menyengkan bagi manusia didalamnya. Sehingga dapat disimpulkan AC atau
air conditioner khususnya pada sebuah mobil adalah sebuah piranti atau
perlengkapan yang berfungsi untuk menambah kenyamanan penumpang dengan
memelihara temperature dan kelembaban udara di dalam mobil.
Fungsi
Menurut (Toyota new step training 1 manual, 1994),
secara garis besar air conditioner memiliki 4 buah fungsi. Fungsi – fungsi
tersebut sebagai berikut.
![]() |
Fungsi_Sistem_AC |
1. Mengatur temperature atau suhu udara.
Fungsi yang pertama yaitu untuk mengatur temperatur.
Pada system AC, temperatur yang dikontrol tidak hanya untuk mendinginkan
ruangan mobil (cooling), tetapi juga bisa mengatur temperatur untuk memanaskan
ruangan mobil (heater). Menurut new step 1, apabila temperature ruangan mobil
tinggi maka panas didalam ruangan mobil
diambil agar temperaturnya tururn (pendinginan). Apabila temperatur ruangan
rendah, diberikan panas pada ruangan mobil agar temperatur ruangan naik
(Pemanasan). Untuk menambah kenyamanan maka perlu ditambahkan kelembaban pada
udara diruangan mobil. Untuk itu system AC (air conditioner) diciptakan sesuai
dengan iklim mobil tersebut beredar. (Juan, 2017) memaparkan bahwa untuk negara
yang beriklim 2 seperti Indonesia yaitu hanya hujan dan panas, maka system ac
yang diciptakan hanya untuk pendinginan saja. Sedangkan untuk negara yang
beriklim 4 seperti negara eropa yaitu iklim panas, semi, gugur, dan dingin,
maka system ac yang diciptakan untuk pendinginan dan pemanasan ruangan pada
mobil.
![]() |
Musim_Panas_dan_Musim_Dingin |
2. Mengatur sirkulasi udara di dalam mobil
Fungsi yang kedua yaitu untuk mensirkulasi udara di
dalam ruangan mobil. Udara disebarkan keseluruh ruangan mobil sehingga udara
bersih hasil pemurnian atau penyaringan dapat terdistribusikan kesetiap sudut
ruangan mobil. Menurut (Ahmad Pujiono, 2019 : 49) menjelaskan bahwa komponen
yang digunakan untuk mensirkulasi dara pada system AC adalah Blower. Blower
menghisap udara yang ada didalam ruangan atau yang telah bersirkulasi kedalam
blower yang terdiri dari motor dan kipas untuk disirkulasikan kembali. Namun
beberapa model tertentu pada mobil, udara yang disirkulasikan tidak hanya dari
kabin mobil, tetapi udara segar dari luar mobil.
3. Mengatur kelembaban udara saat terjadi hujan.
Fungsi yang ketiga yaitu untuk mengantur kelembaban
udara pada ruangan mobil. Kelembaban berasal dari kata lembab yang berati
mengandung air (KBBI, 2019), sehingga kelembaban udara dapat diartikan udara
yang mengandung air. Menurut Toyota new step 1, kelembaban udara perlu diatur
untuk menambah kenyamanan penumpang. Pada sisi lain menurut (Juan, 2019),
kelembaban udara di ruangan mobil perlu diatur karena agar tidak terjadi
pengembunan pada saat terjadi hujan pada kaca mobil bagian dalam. Saat terjadi
hujan, akan menyebabkan udara di ruangan mobil menjadi lembab dan timbul kondensasi
atau embun disekitar kaca mobil dalam yang dapat menghalangi penglihatan
pengemudi. Dengan menyalakan system AC,
maka udara akan bersirkulasi. Udara yang bersirkulasi adalah udara
kering sehingga kelembaban dalam ruangan mobil dapat berkurang.
4. Memurnikan atau membersihkan udara
Fungsi yang keempat yaitu membersihkan udara yang
bersirkulasi di ruangan mobil. Udar yang bersirkulasi di dalam ruangan harus
dibersihkan agar udara bersih dapat dihirup penumpang mobil. Menurut (Dwi Wahyu, 2017), untuk menghasilkan
udara yang bersih maka perlu filter AC. Filter AC menyaring kotoran pada udara
yang akan dihisap blower menuju evaporator.
Skema Sistem AC (menurut Toyota new step training 1)
Skema_Sistem_Ac_Mobil |
Komponen system ac
Menurut (Toyota new step training 1 manual, 1994),
komponen system AC diklasifikasikan menjadi sebagai berikut :
1. Kompresor AC (Compressor)
Kompresor adalah sebuah pompa yang memiliki fungsi
untuk meningkatkan tekanan dari refrigerant yang berbentuk gas. Sehingga dengan
naiknya tekanan refrigerant berbentuk gas maka temperature refrigerant berbentuk
gas juga akan meningkat. Kompresor ac dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
(a)
Tipe
Reciprocating
- Tipe
Crank
Di dalam tipe ini, cara kerjanya sama seperti motor
bakar dengan memanfaatkan komponen crankshaft dan piston. Crankshaft akan
berputar dan mengubah gerakan piston menjadi bolak - balik. Selanjutnya gerakan
bolak balik tersebut dimanfaatkan untuk menghisap refigrant berbentuk gas
bertekanan rendah dan memampatkannya kedalam gas refrigerant bertekanan dan
bertemperatur tinggi. Cara kerjanya yaitu ketika piston bergerak kebawah, maka
akan menambah volume ruangan diatas piston. Sehingga tekanannya akan menurun
dan membuat katup masuk membuka, selanjutnya refrigerant akan mengalir menuju
ruangan diatas piston. Ketika piston bergerak keatas, refrigerant akan
dimampatkan sehingga tekanan dan temperaturnya meningkat. Selanjutnya karena
tekanan yang terus meningkat maka akan mendorong katup keluar dan refrigerant keluar
menuju kondensor (Sistem Kelistrikan dan Elektronika pada Kendaraan, Bab 14
tentang Sistem AC)
![]() |
Tipe_Crank |
- Tipe
Swash Plate
Di dalam tipe ini, terdapat beberapa piston yang
tersusun pada swash plate. Untuk kompresor 10 silinder interval penyusunan
piston sekitar 72 derajat. Sedangkan untuk kompresor 6 silinder, interval
penyusunan piston sekitar 120 derajat. Kompresor jenis ini menggunakan kerja
ganda, ketika salah satu sisi piston melakukan langkah hisap, pada sisi piston
lainnya melakukan langkah kompresi.
![]() |
Tipe_Swash_Plate |
Menurut (Sistem Kelistrikan dan Elektronika pada
Kendaraan, Bab 14 tentang Sistem AC)
Cara kerjanya yaitu :
Swash plat (piringan pengatur) akan berputar,
akibatnya piston bergerak ke kanan dan ke kiri.Ketika piston bergerak ke kiri,
sisi kiri piston akan terjadi langkah kompresi (Katup keluar terbuka). Gas
refrigerant akan dimampatkan. Sedangkan bagian sisi kanan piston terjadi
langkah hisap (katup hisap terbuka) dan gas refrigerant akan dihisap.
![]() |
Cara_Kerja_Tipe_S |
(b)
Tipe
Rotary
- Tipe
Through Vane
Di dalam tipe ini, terdapat dua buah pasang vane yang
tersusun saling tegak lurus. Vane (bilah) akan bergeser ke arah radial karena
rotor berputar. Saat vane (bilah) bergeser ke arah radial, membuat ujung vane bersentuhan dengan permukaan
silinder bagian dalam (stator). Ruang pemasukan dan pengeluaran refrigerant
terbentuk karena pergeseran bilah ke arah radial, rotor, dan dinding silinder.
2. Kopling Magnet (Magnetic Clutch)
Kopling magnet adalah sebuah komponen yang berfungsi
untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin ke kompresor AC. Cara kerjanya
yaitu ketika mesin berputar dan ac dalam kondisi off, maka pulley akan berputar
namun putarannya tidak diteruskan menuju compressor. Ketika mesin hidup dan ac
dalam kondisi on, maka stator teraliri arus listrik dan menarik pressure plat.
Karena pressure plate menekan pulley, maka putaran pulley akan diteruskan ke
kompresor (Toyota new step training 1 manual, 1994).
![]() |
Kopling_Magnet |
3. Kondensor AC (Condenser)
Kondensor AC adalah bagian dari system AC yang
berfungsi untuk menyerap panas dan mendinginkan gas refrigerant yang telah
dimampatkan compressor dengan bantuan Hembusan angina dari depan dan kipas
pendingin kondensor. Akibat proses pendinginan di dalam kondensor, gas
refrigerant yang semula bertekanan dan bertemperatur tinggi menjadi cairan
refrigerant yang temperaturnya dibawah gas refrigerant. Efek pendinginan
dipengaruhi oleh jumlah panas yang dapat dilepas dikondensor, semakin banyak
maka efek pendinginan akan semakin dingin (Toyota new step training 1 manual,
1994).
![]() |
Kondensor_AC |
4. Receiver Dryer
Receiver Dryer berfungsi untuk menampung carian
refrigerant sementara dan menyaringnya dari partikel kotoran dan uap air yang
terbawa oleh refrigerant. Selanjutnya refrigerant yang ditampung sementara akan
disuplay ke ekspansion valve sesuai dengan beban pendingin yang diinginkan (Toyota
new step training 1 manual, 1994).
![]() |
Receiver_Dryer |
5. Unit Pendingin
(a)
Expansion
Valve
Expansion valve adalah alat untuk menginjeksikan
refrigerant cair dari receiver dryer menuju evaporator. Sehingga referigrant
berubah dari cair menjadi kabut dengan temperature dan tekanan yang rendah (Toyota
new step training 1 manual, 1994).
![]() |
Expansion_Valve |
(b) Evaporator
Evaporator AC adalah sebuah untuk menyerap panas
udara. Ketika tekanan gas refrigerant menjadi turun karena katup ekspansi, maka
gas refrigerant akan mengalir menuju evaporator. Evaporator akan menyerap panas
udara di sekitar evaporator dan membuatnya menjadi dingin. Ketika gas refrigerant
bertekanan rendah menyerap udara panas di sekitar evaporator, maka gas refrigerant
bertemperatur rendah akan menjadi uap refrigerant dengan temperature yang lebih
tinggi. Kemudian uap refrigerant dengan temperature yang lebih tinggi dihisap
kembali oleh kompresor (Toyota new step training 1 manual, 1994).
(c)
Blower
AC
Menurut (Ombro, 2019) blower ac adalah sebuah komponen
yang berfungsi untuk meniupkan udara menuju evaporator AC yang bekerja dan
udara menjadi dingin dan sejuk. Selanjutnya udara disirkulasikan menuju kabin
mobil.
![]() |
Blower_AC_Mobil |
(d) Kipas
Pendingin Kondensor
Menurut (Bisa Otomotif, 2018), kipas pendingin
kondensor berfungsi untuk mendinginkan refrigerant dengan cara menghembuskan
udara ke arah kondensor.
Kipas_Kondensor |
6.
Pressure
Switch (Sensor Tekanan Refrigrant)
Menurut (Toyota new step training 1 manual, 1994),
Pressure switch atau sensor tekanan refrigerant berfungsi untuk mendeteksi
tekanan refrigerant yang dipasang diantara receiver dryer dan expansion valve.
Sensor ini bekerja ketika tekanan refrigerant terlalu tinggi atau sudah
melewati batas spesifikasi. Ketika tekanan terlalu tinggi atau tekanan
refrigerant lebih besar dari tekanan pegas maka kontak point dan terminal akan
terhubung. Akibat nya kopling magnet akan mati dan kompresor akan berhenti
bekerja.
![]() |
Sensor_Tekanan_Refrigrant |
7.
Alat
Pencegah Pembekuan (Anti Frosting Device)
Alat ini berfungsi untuk mencegah pembekuan yang disebabkan
oleh kelembaban udara disekitar fin
evaporator. Kelembaban udara mengandung kadar air, ketika fin evaporator
suhunya turun sampai 0 derajat celcius
maka udara yang mengandung kadar air akan mengembun dan membeku. Akibatnya
efek pendingin berkurang karena es menutupi fin evaporator (Toyota new step
training 1 manual, 1994). Alat pencegah pembekuan terdapat 2 tipe yaitu :
(a)
Tipe
Thermistor.
Tipe ini menggunakan thermistor atau sensor pembaca
suhu yang dipasang pada fin evaporator. Thermistor membaca suhu dari fin
evaporator. Ketika suhu terlalu rendah maka thermistor akan memberikan sinyal.
Sinyal tersebut digunakan untuk mematikan kopling magnet agar kompresor
berhenti bekerja.
(b)
Tipe
EPR (Evaporator Pressure Regulator)
Tipe ini cara kerjanya yaitu mengatur tekanan refrigerant
dari evaporator menuju kondenosr agar tekanannya selalu konstan yaitu sekitar
1,9kg/cm2 . Sehingga dengan begitu
fin evaporator suhunya tidak akan turun sampai 0oC.
![]() |
Evaporator_Pressure_ Regulator |
Selain komponen – komponen tersebut, masih terdapat
beberapa komponen tambahan untuk menambah performa dari suatu sistem AC pada
mobil. Tujuannya yaitu untuk menambah keamanan dan kenyamanan pengguna mobil. Beberapa
komponen tambahan lainnya yaitu :
(a)
Mekanisme
Pencegah Mesin Mati, berfungsi agar pada saat putaran idle mesin tidak akan
mati karena beban mesin bertambah dengan berputarnya kompresor.
(b) Peralatan
Idle UP, berfungsi untuk menaikkan putaran mesin pada saat putaran idle
sehingga dapat menghidupkan AC mobil.
(c) Sistem
Pelindung Tali Penggerak Kompresor, berfungsi untuk mematikan kopling magnet
saat terjadi kerusakan pada tali penggerak kompresor. Selain itu akan memberikan
sinyal kepada lampu indicator yang menandakan telah terjadinya kerusakan pada
tali penggerak kompresor.
Cara Kerja Sistem AC
Cara_Kerja_Sistem_AC_Mobil |
Dengan melihat fungsi dan cara kerja komponen diatas
dapat disimpulkan bahwa cara kerja system AC mobil sebagai berikut :
(a)
Kompresor menghisap uap refrigerant bertekanan
rendah dari saluran keluar evaporator, lalu memampatkannya menjadi gas refrigerant
bertekanan dan bertemperatur tinggi.
(b)
Selanjutnya gas refrigerant bertekanan dan
bertemperatur tinggi terdorong menuju kondensor ac. Didalam kondensor ac, gas refrigerant
bertekanan dan bertemperatur tinggi akan didinginkan oleh kipas AC dan hembusan
udara ketika mobil berjalan. Akibatnya gas refrigerant bertekanan dan
bertemperatur tinggi berubah menjadi cairan refrigerant bertekanan dan
bertemperatur lebih rendah.
(c)
Selanjutnya cairan refrigerant bertekanan dan
bertemperatur lebih rendah mengalir menuju reciver dryer untuk disaring dari
kotoran dan uap air yang terbawa bersama cairan refrigerant bertekanan dan
bertemperatur lebih rendah.
(d)
Setelah disaring, kemudian cairan refrigerant
bertekanan dan bertemperatur lebih rendah dikabutkan oleh expansion valve
menjadi gas refrigerant bertemperatur rendah dan mengalir menuju evaporator.
(e)
Di
dalam evaporator, gas refrigerant bertemperatur rendah akan menyerap panas dari
udara disekitar evaporator. Kemudian terbentuk udara dingin, udara dingin
selanjutnya dihembuskan menuju kabin mobil oleh blower AC. Karena menyerap
panas, gas refrigerant bertemperatur rendah , temperaturnya sedikit meningkat
dan kembali dihisap oleh kompresor AC.
0 komentar:
Posting Komentar